Bikin Mesin

Sesuai dengan jadwal pada hari Senin, 8 Mei 2017 tim kami berangkat menuju Kota Jember yang berjarak ± 190 Km dari lokasi kami, tepatnya ke Puslitkoka (CCSTP) – Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember. Tim kami saat itu berkekuatan 2 personil. Misi dan tujuan kami adalah men-setting dan trial mesin Keripik Buah – Vacuum Frying kapasitas 5 kg/proses yang dipesan oleh pihak CCSTP. Berdasarkan informasi yang kami terima mesin tersebut akan digunakan untuk menggoreng buah melon. Ya, CCSTP selain menanam dan memproduksi coklat dan kakao juga menanam buah melon. Namun yang digunakan oleh CCSTP hanya bijinya saja sehingga daging buah yang melimpah saat panen hanya dibuang percuma. Hal inilah yang mendorong mereka untuk memanfaatkan daging buah tersebut. Hal yang terpikir adalah membuat keripik buah dengan menggunakan Mesin Keripik Buah – Vacuum Frying.
Tepat puku 12.30 kami tiba di lokasi dan langsung disambut oleh Mas Bayu dari pihak CCSTP. Dikarenakan pada saat itu masih jam istirahat, maka kami dijamu di Toserba CCSTP menikmati olahan coklat. Jam 13.30 kami langsung menurunkan dan men-setting mesin vacuum frying, dan melakukan trial. Dan alhamdulillah semua bahan sudah dipersiapkan oleh CCSTP dengan sangat baik. Minyak goreng sebanyak 50 Lt langsung kami tuangkan ke dalam tabung Vacuum Frying dan kemudian daging buah melon sebanyak 5 kg langsung kami goreng. Proses penggorengan dimulai jam 14.00. Sambil kami berdiskusi dengan pihak CCSTP tentang mesin keripik buah – Vacuum Frying ini tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 dan kami pun coba untuk melihat hasil gorengan. Tepat pukul 15.45 minyak dalam tabung sudah tidak mendidih/tenang, waktunya untuk menghentikan proses penggorengan. Setelah kami tiriskan di mesin Spinner/Peniris hasil gorengan langsung dijadikan rebutan untuk dicicipi.
Setelah kami lakukan evaluasi dan diskusi akan hasil tersebut ada beberapa hal yang bisa kami simpulkan :
  1. Dengan kondisi panas minyak 850C dan tekanan vacuum dalam tabung penggorengan sebesar -70 cmHg, buah melon yang digoreng mengalami penyusutan sebesar 94%. Hal ini berbeda dengan beberapa trial yang sudah kami lakukan dimana penyusutan hanya sebesar 85-90% untuk buah melon. Kemungkinan jenis melon yag digunakan di CCSTP berbeda dengan buah melon yang ada dipasaran umum.
  2. Perlu beberapa kali uji dan trial untuk menemukan komposisi dan teknik menggoreng buah melon agar bisa dijadikan komoditas unggulan di CCSTP.
  3. Dengan mesin keripik buah – Vacuum Frying yang benar (teruji kualitasnya) seluruh buah bisa digoreng untuk dijadikan keripik buah.
Setelah kami selesai dengan hasil evaluasi dan diskusi tersebut, tepat pukul 17.00 kami meninggalkan lokasi Puslitkoka/CCSTP untuk kembali ke Kota Malang. Banyak pelajaran yang bisa kami petik selama disana, salah satunya adalah bahwa perusahaan sekelas CCSTP yang sudah memiliki reputasi nasional dan internasional (ditandai banyaknya kunjungan dari dalam dan luar negeri) masih terus melakukan invoasi dan riset agar bisa terus berkembang dan terutama memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan kehidupan. Demikian cerita perjalanan kami menggorengan melon di Puslitkoka/CCSTP Jember, Nantikan seri cerita kami di tempat lain. Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *